Pancasila sebagai sistem filsafat
a) Pengertian Filsafat
·
Filsafat adalah sekumpulan
sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara
tidak kritis
·
Filsafat adalah suatu proses
kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat dijunjung
tinggi.
b)
Cabang-cabang filsafat
1. Epistemologi :
epistemologi lazimnya disebut teori pengetahuan yang secara umum membicarakan
mengenai sumber-sumber, karakteristik dan kebenaran pengetahuan.
2. Logika : sebagai cabang
filsafat membicarakan aturan-aturan berfikir agar dapat mengambil kesimpulan
dengan benar. Logika dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan tentang
penarikan kesimpulan.
3. Kritik Ilmu-ilmu :
disebut juga filsafat ilmu pengetahuan yang menyibukkan diri dengan teori
pembagian ilmu, metode yang digunakan dalam ilmu.
4. Metafisika Umum :
disebut juga dengan ontologi, adalah cabang filsafat yang Memuat
suatu bagian dari persoalan yang membicarakan tentang prinsip-prinsip yang
paling universal dan merupakan cabang filsafat. Yang membicarakan tentang yang
ada.
5. Teologi metafisik :
yaitu membahas tentang eksistensi Tuhan atau keberadaan Tuhan dan terlepas Dari
kepercayaan agama.
6. Antropologi : merupakan
cabang Filsafat yang membicarakan tentang manusia, seperti apa hakikat
manusia, apa itu manusia dan bagaimana hubungan alam dengan sesamanya.
7. Kosmologi : merupakan
cabang filsafat yang melakukan penyelidikan kefilsafatan terhadap hal-hal yang
selalu di bahas oleh ilmu alam. Kajian kosmologi adalah pengetahuan filosofis
tentang keteraturan alam.
8. Etika : etika atau
filsafat prilaku sebagai cabang filsafat yang membicarakan tindakan manusia,
dengan penekanan yang baik dan yang buruk.
9. Estetika : menurut
semiawan, menjelaskan estetika sebagai "the study of nature of beauty in
the fine art. " Mempelajari tentang hakikat keindahan didalam seni,
estetika merupakan cabang filsafat yang mengkaji tentang hakikat indah dan
buruk.
10. Sejarah Filsafat :
laporan suatu peristiwa yang berkaitan dengan pemikiran filsafat.
c)
Apa yang anda
pahami tentang Pancasila sebagai system filsafat
Pancasila
sebagai sistem filsafat sudah dikenal sejak para pendiri negara membicarakan
masalah dasar filosofis negara (Philosofische Grondslag) dan pandangan hidup
bangsa (weltanschauung). Meskipun kedua istilah tersebut mengandung muatan
filsofis, tetapi Pancasila sebagai sistem filsafat yang mengandung pengertian
lebih akademis memerlukan perenungan lebih mendalam. Filsafat Pancasila
merupakan istilah yang mengemuka dalam dunia akademis. Ada dua pendekatan yang
berkembang dalam pengertian filsafat Pancasila, yaitu Pancasila sebagai
genetivus objectivus dan Pancasila sebagai genetivus subjectivus. Kedua
pendekatan tersebut saling melengkapi karena yang pertama meletakkan Pancasila
sebagai aliran atau objek yang dikaji oleh aliran-aliran filsafat lainnya,
sedangkan yang kedua meletakkan Pancasila sebagai subjek yang mengkaji
aliran-aliran filsafat lainnya. Pentingnya Pancasila sebagai sistem filsafat
ialah agar dapat diberikan pertanggungjawaban rasional dan mendasar mengenai
sila-sila dalam Pancasila sebagai prinsip-prinsip politik; agar dapat
dijabarkan lebih lanjut sehingga menjadi operasional dalam penyelenggaraan
negara; agar dapat membuka dialog dengan berbagai perspektif baru dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara; dan agar dapat menjadi kerangka evaluasi terhadap
segala kegiatan yang bersangkut paut dengan kehidupan bernegara, berbangsa, dan
bermasyarakat.
Komentar
Posting Komentar